Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Pada postingan kali ini akan kami share tentang Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran atau yang disingkat KKTP. Materi ini saya dapatkan melaui grup WA dan akan saya kemas dalam bentuk postingan semoga lebih mudah memahami tentang KKTP. 

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Selanjutnya Bapak/Ibu Guru akan dapat menentukan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP).

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Setiap satuan Pendidikan dan pendidik akan menggunakan Alur Tujuan Pembelajaran dan Modul Ajar yang berbeda, oleh karena itu untuk mengidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran, pendidik akan menggunakan kriteria yang berbeda baik dalam angka kuantitatif atau kualitatif sesuai dengan karakteristik :

  • Tujuan pembelajaran
  • Aktivitas pembelajaran
  • Asesmen yang dilaksanakan

Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran diturunkan dari indikator asesmen suatu tujuan pembelajaran, yang mencerminkan ketercapaian kompetensi pada tujuan pembelajaran

Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran berfungsi untuk merefleksikan proses pembelajaran dan mendiagnosis tingkat penguasaan kompetensi peserta didik agar pendidik dapat memperbaiki proses pembelajaran dan atau memberikan intervensi pembelajaran yang sesuai kepada peserta didik.

Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran tidak menjadi standar minimum yang harus dicapai setiap peserta didik. Setiap peserta didik mungkin berada pada kriteria pencapaian yang berbeda, dengan demikian kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran menjadi sumber informasi atau data bagi pendidik untuk menentukan tindak lanjut penyesuaian pembelajaran sesuai kondisi peserta didik.


Tujuan Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran merupakan deskripsi pencapaian 3 aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju Capaian Pembelajaran (CP)

Rumusan Tujuan Pembelajaran mencakup:

  • Kognitif (mengingat, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta), dan dimensi pengetahuan (factual, konseptual, procedural, metakognitif)
  • Perilaku capaian seperti kecakapan hidup (kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif)
  • Profil Pelajar Pancasila (Beriman, berkebinekaan global, gotong royong, kreatif, bernalar kritis dan mandiri)

Komponen Tujuan Pembelajaran

Kompetensi = kemampuan yang dapat didemonstrasikan siswa dalam bentuk produk atau kinerja (abstrak dan konkret) yang menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran

**Gunakan Kata Kerja Operasional dapat diamati, mengacu pada Taksonomi Bloom yang di revisi

Konten = ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh siswa melalui pemahaman selama proses pembelajaran di akhir satu unit pembelajaran.

Variasi = keterampilan berfikir yang perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran, seperti ketrampilan berpikir kreatif, kritis mengevaluasi, menganalisis, memprediksi, menciptakan, dll

Contoh Tujuan Pembelajaran

  • Menjelaskan rumusan dan isi Pancasila dari 3 tokoh pendiri bangsa dan membandingkan serta menceritakan dengan menggunakan kata-kata sendiri secara kritis
  • Merancang solusi untuk menyelesaikan permasalahan dalam bidang konservasi energi dalam skala rumah tangga sebagai sikap kreatif dan inovatif
  • Mengkaji hukum Newton dengan mengambil contoh dari fenomena keseharian di lingkungan sekitarnya
  • Menganalisis ide pokok dari teks deskripsi, narasi, dan eksposisi serta nilainilai yang terkandung dalam teks sastra (prosa, pantun, dan pusi), dari teksdan/atau audiovisual
  • Mendeskripsikan pentingnya anggota tubuh dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Menjelaskan peran diri dan anggota keluarga lainnya di rumah melalui wawancara anggota keluarga.

Alur Tujuan Pembelajaran

1) Capaian Pembelajaran (CP) adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik di akhir fase. CP terdiri dari 6 fase (AF) atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang Pendidikan dasar dan menengah

2) Fase tsb : Fase A (kls 1-2), Fase B (kls 3-4) , Fase C (kls 5-6), Fase D (Kls 7-9), Fase E (kelas 10), dan Fase F (kls 11 -12)

3) Alur Tujuan Pembelajaran merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh dan menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur disusun secara linier sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari untuk mengukur CP

Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Dari CP Elemen 1 misalnya turun TP 1.1, 1.2, 1.3,1.4, ..., dst.

Dari CP Elemen 2 turun ke TP menjadi TP 2.1, 2.2, 2.3, ..., dst.

Catatan :

TP dan ATP isinya sama. ATP itu hanya mengurutkan dari TP, atau membuat alur dari TP yang disusun, bisa alurnya mulai dari dimensi pengetahuan yang konseptual sampai dengan metakognitif


Menyusun Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Langkah-langkah menyusun KKTP

a. Dari TP langsung dibuatkan RUBRIK PENILAIAN dengan 4 atau 5 kriteria, sehingga guru dapat menentukan pencapaian peserta didik danmemberikan tindak lanjut, atau

b. Dari TP diturunkan lebih rinci menjadi semacam INDIKATOR ASESMEN, sehingga indikator asesmen tsb menjadi ukuran ketercapaian,

CONTOH:

TP 1.

Peserta didik menyelidiki ragam dan sumber energi yang dimanfaatkan di lingkungan sekitarnya melalui pengamatan

  • 1.1 Mampu mendeskripsikan berbagai sumber energi yang terdapat di lingkungan sekitar
  • 1.2 Mampu menguraikan manfaat sumber energi yang dipergunakan di lingkungan sekitar


c. Atau gabungan (a) dan (b) : dibuatkan Indikator Asesmen dan Rubrik Ketercapaiannya

Catatan :

Ke 3 langkah tersebut lebih memberikan ruang pada Guru mengambil alternatif sesuai kebutuhan. Masing-masing punya plus minus :

Opsi a : Lebih simple, tapi kurang detail

Opsi b : Lebih detail, tetapi pemetaannya lebih sulit karena tidak ada rubrik

Opsi c : Lebih detail, mudah memetakan, tetapi lebih kompleks mengerjakannya


Menentukan Bentuk Asesmen

TP 10.1 Peserta didik dapat menjelaskan perbedaan dan persamaan norma agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan melalui menceritakan dengankata-katanya sendiri dalam bentuk essai

Aktivitas Pembelajaran

Aktivitas 1

Ditayangkan dan bertanya jawab dari gambar gambar tentang penerapan norma agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan (Asesmen Formatif = mengamati / observasi)


Aktivitas 2

Persamaan dan perbedaan norma agama, hukum, kesopanan dan kesusilaan dalam bentuk tulisan/Essai (Asesmen formatif = Essai)

Asesmen Sumatif 1 => Tes

Rubrik Penilaian :

1. Observasi keaktifan peserta didik

2. Rubrik penilaian Essai

3. Rubrik penilaian Tes

Insrumen Asesmen Kinerja

instrumen asesmen kinerja


Instrumen Asesmen Tes


Pelajari lebih:  Mengenal Asesmen (Peniaian) Kurikulum Sekolah Penggerak

Kesimpulan

Pelaksanaan asesmen formatif dapat dilakukan dengan memperhatikan hal berikut :

  • Dilaksanakan bersamaan dalam proses pembelajaran, yang kemudian ditindaklanjuti untuk memberi perlakuan berdasarkan kebutuhan peserta didik serta perbaikan proses pembelajaran.
  • Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti observasi, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes.
  • Tindak lanjut yang dilakukan bisa dilakukan langsung dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi.
  • Pendidik dapat mempersiapkan berbagai instrumen seperti rubrik, catatan anekdotal, lembar ceklist untuk mencatat informasi yang terjadi selama pembelajaran berlangsung

Pelaksanaan asesmen sumatif dapat dilakukan dengan memperhatikan hal berikut :

  • Sumatif dilakukan pada akhir lingkup materi untuk mengukur kompetensi yang dikehendaki dalam tujuan pembelajaran dan pada akhir semester.
  • Pendidik dapat menggunakan berbagai teknik seperti portofolio, performa (kinerja, produk, proyek, portofolio), maupun tes.
  • Hasil sumatif dapat ditindak lanjuti dengan memberikan umpan balik atau melakukan intervensi kepada peserta didik maupun proses pembelajaran yang telah dilakukan.

Kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran tidak menjadi standar minimum yang harus dicapai setiap peserta didik. Setiap peserta didik mungkin berada pada kriteria pencapaian yang berbeda, dengan demikian kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran menjadi sumber informasi atau data bagi pendidik untuk menentukan tindak lanjut penyesuaian pembelajaran sesuai kondisi peserta didik


Demikianlah tentang  Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Untuk lebih jelasnya silahkan ( Unduh Materi Kriteria Ketercapaian Pembelajaran.pdf  )


Semoga bermafaat, terima kasih

Nir Singgih
Nir Singgih Seorang operator sekolah yang ingin berpartisipasi memajukan pendidikan dengan membantu Bapak/Ibu Guru membuat administrasi dan menyajikan data valid.

4 komentar untuk " Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)"

  1. Sangat bermanfaat sekali. Terima kasih Pak Nir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bu, sudah menyempatkan mampir, sama-sama belajar tentang Kurikulum Merdeka

      Hapus
  2. Kelihatannya mulai rumit nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe...pelan2 pak ...

      semangat belajar sepanjang hayat.

      Hapus

1. Silahkan tulis menggunakan tata bahasa yang baik.
2. Semua komentar kami baca, namun tidak semua dapat dibalas harap maklum.
3. Beri tanda centang pada "Beri tahu saya" untuk pemberitahuan jika komentar Anda telah kami balas.

Sahabat GTK