Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Istilah Modul Ajar (MA) Sebagai Dokumen Rencana Pembelajaran

Pada postingan kali ini saya akan share tentang Modul Aajar (MA) sebagai Dokumen Rencana Pembelajaran. Singkatnya Modul Ajar (MA) semacam pengganti RPP pada Kurikulum yang baru, yang saat ini masih diberlakukan terbatas pada Sekolah Penggerak.

Modul Ajar (MA) Kurikulum
Modul Ajar (MA) Kurikulum


Modul Ajar (MA)

Modul Ajar atau kita singkat dengan MA merupakan pengembangan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dilengkapi dengan panduan yang lebih terperinci, termasuk lembar kegiatan siswa dan asesmen untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. 

Disebut sebagai modul karena perangkat ini dapat digunakan secara modular.

Dengan adanya modul ajar ini, guru dapat menggunakan perangkat yang lebih bervariasi, tidak hanya buku teks pelajaran yang sama sepanjang tahun. Dengan kata lain, ini memberikan kesempatan kepada guru untuk menggunakan sumber pengajaran yang lebih beragam, tidak terbatas pada buku teks pelajaran saja.

Modul ajar tidak hanya dikembangkan oleh Pemerintah namun juga dapat dikembangkan oleh guru serta komunitas pendidikan lainnya di Indonesia melalui praktik baik yang telah dilakukan.

Tanya Jawab Modul Ajar (MA)

Agar lebih jelas memahami tentang Modul Ajar pada Kurikulum, berikut ini kami sajikan dalam format tanya jawab.

1. Apa yang dimaksud dengan Pengembangan Modul Ajar?

Seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), namun dilengkapi dengan berbagai materi pembelajaran, lembar aktivitas siswa, dan asesmen untuk mengecek apakah tujuan pembelajaran dicapai siswa.

2. Apa saja Konsep Modul Ajar?

Konsep Modul Ajar antara lain:

  • a. Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara sistematis dan menarik.
  • b. Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran.
  • c. Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang.
  • d. Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar proses pembelajaran lebih menarik dan bermakna.

3. Apa saja Prinip-prinsip Penyusunan Modul Ajar?

Pendekatan melalui tahap perkembangan ini memperhitungkan:

  • a. Karakteristik, kompetensi dan minat peserta didik di setiap fase.
  • b. Perbedaan tingkat pemahaman, dan variasi jarak (gap) antar tingkat kompetensi yang bisa terjadi di setiap fase.
  • c. Melihat dari sudut pandang pelajar, bahwa setiap peserta didik itu unik.
  • d. Bahwa belajar harus berimbang antara intelektual, sosial, dan personal dan semua hal tersebut adalah penting dan saling berhubungan.
  • e. Tingkat kematangan setiap peserta didik tergantung dari tahap perkembangan yang dilalui oleh seorang peserta didik, dan merupakan dampak dari pengalaman sebelumnya.

4. Kriteria apa saja yang harus dimiliki dalan Penyusunan Modul Ajar?

Kriteria dalam penyusunan Modul Ajar antara lain:

  • a. Esensial: Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melalui pengalaman belajar dan lintas disiplin.
  • b. Menarik, Bermakna, dan Menantang: Menumbuhkan minat untuk belajar dan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses belajar, berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, sehingga tidak terlalu kompleks, namun juga tidak terlalu mudah untuk tahap usianya.
  • c. Relevan dan konseptual: Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, dan sesuai dengan konteks di waktu dan tempat peserta didik berada.
  • d. Berkesinambungan: Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai dengan fase belajar peserta didik.

5. Prosedur apa saja yang harus ditempuh dalan Penyusunan Modul Ajar?

Prosedur yang harus ditempuh dalam penyusunan Modul Ajar adalah:

  • a. Guru pada saat mengembangkan modul ajar dapat mengikuti langkahlangkah sesuai dengan infografis disamping.
  • b. Hasil yang didapatkan di Tahap 6: Evaluasi dan Tindak Lanjut, digunakan untuk Tahap 1: Analisis kondisi dan kebutuhan.

6.Enam langkah-langkah/prosedur apa saja yang harus ditempuh dalam Penyusunan Modul Ajar?

Enam langkah-langkah/prosedur yang harus ditempuh dalam penyusunan Modul Ajar antara lain:

  • a. Analisis kondisi dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan Guru perlu mengetahui kondisi dan kebutuhan peserta didik berdasarkan latar belakang serta sarana dan prasarana sekolah. Pengembangan modul ajar disesuaikan dengan kemampuan dan kreatifitas guru.
  • b. Identifikasi dan tentukan dimensi Profil Pelajar Pancasila Guru memilih dimensi Profil Pelajar Pancasila yang paling memungkinkan untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran.
  • c. Tentukan Alur Tujuan Pembelajaran yang akan dikembangkan menjadi Modul Ajar Guru dapat memilih Alur Tujuan Pembelajaran yang dikembangkan oleh sekolah atau mengacu pada Alur Tujuan Pembelajaran yang ada.
  • d. Susun Modul Ajar berdasarkan komponen yang tersedia Selain komponen inti, guru dapat memilih komponen sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
  • e. Pelaksnaan pembelajaran .Guru melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan Modul Ajar yang telah disusun.
  • f. Tindak lanjut. Setelah guru melakukan pembelajaran, guru melakukan evaluasi efektifitas modul ajar dan tindak lanjut untuk pembelajaran berikutnya.

7. Apa saja komponen Modul Ajar?

Komponen Modul Ajar antara lain:

  • a. Guru dalam satuan pendidikan diberi kebebasan untuk mengembangkan modul ajar sesuai dengan konteks lingkungan dan kebutuhan belajar peserta didik.
  • b. Modul ajar dilengkapi dengan komponen yang menjadi dasar dalamproses penyusunan.
  • c. Komponen modul ajar dalam panduan dibutuhkan untuk kelengkapan persiapan pembelajaran.
  • d. Komponen modul ajar bisa ditambahkan sesuai dengan mata pelajaran dan kebutuhan.

8. Apa saja komponen Informasi Umum Modul Ajar?

Informasi tentang modul ajar yang dikembangkan terdiri dari:

  • a. Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya Modul Ajar.
  • b. Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)
  • c. Kelas
  • d. Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang digunakan adalahalokasi waktu sesuai dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-masing).

9. Apa Kompetensi Awal Modul Ajar?

Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa sebelum mempelajari topik tertentu. Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam modul ajar dirancang.


10. Apa Profil Pelajar Pancasila Modul Ajar?

Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar Pancasila (PPP) dapat tercermin dalam konten dan/atau metode pembelajaran.

Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila tidak perlu mencantumkan seluruhnya, namun dapat memilih Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan kegiatan pembelajaran dalam modul ajar.

Enam dimensi Profil Pelajar Pancasila saling berkaitan dan terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran melalui (terlihat dengan jelas di dalam): materi/isi pelajaran, pedagogi, dan/atau kegiatan projek atau asesmen.

Setiap modul ajar memuat satu atau beberapa unsur dimensi Profil Pelajar Pancasila yang telah ditetapkan

11. Bagaimana Sarana dan Prasarana dalam Modul Ajar?

Merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan, sementara prasarana di dalamnya termasuk materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Ketersediaan materi disarankan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik baik dengan keterbatasan atau kelebihan.

Teknologi, termasuk sarana dan prasarana yang penting untuk diperhatikan, dan juga dimanfaatkan agar pembelajaran lebih dalam dan bermakna.

12. Peserta didik yang menjadi target yaitu:

  • a. Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
  • b. Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar, kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
  • c. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

13. Bagaimana Model Pembelajaran dalam Modul Ajar?

Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis pelaksanaan pembelajaran.

Model pembelajarandapat berupa model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.

14. Apa Tujuan Pembelajaran dalam Modul Ajar?

Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa diuji dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk pemahaman.

Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang digunakan, kesesuaian dengan keberagaman murid, dan metode asesmen yang digunakan.

Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk: pengetahuan yang berupa fakta dan informasi, dan juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.

15. Apa saja komponen Informasi Umum dalam Modul Ajar?

Komponen informasi umum dalam Modul Ajar diantaranya:

  • a. Identitas sekolah
  • b. Kompetensi awal
  • c. Profil Pelajar Pancasila
  • d. Sarana dan Prasarana
  • e. Target peserta didik
  • f. Model yang digunakan

16. Apa saja komponen Inti dalam Modul Ajar?

Komponen inti dalam Modul Ajar diantaranya:

  • a. Tujuan pembelajaran
  • b. Pemahaman permakna
  • c. Pertanyaan pemantik
  • d. Persiapan pembelajaran
  • e. Kegiatan pembelajaran
  • f. Asesmen
  • g. Pengayaan dan remedial
  • h. Refleksi peserta didik dan guru.

17. Apa saja komponen Lampiran dalam Modul Ajar?

Komponen lampiran dalam Modul Ajar diantaranya:

  • a. Lembar Kerja Peserta Didik
  • b. Bahan bacan guru dan peserta didik
  • c. Glosarium
  • d. Daftar pustaka

18. Apa yang dimaksud pemahaman bermakna dalam Modul Ajar?

Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh kalimat pemahaman bermakna:

• Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan.

• Makhluk hidup beradaptasi dengan perubahan habitat.

19. Apa yang dimaksud dengan pertanyaan pemantik dalam Modul Ajar?

Pertanyaan pemantik dibuat oleh guru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis dalam diri peserta didik.

Pertanyaanpemantik memandu siswa untuk memperoleh pemahaman bermakna sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Contohnya pada pembelajaran menulis cerpen, guru dapat mendorong pertanyaan pemantik sebagai berikut:

• Apa yang membuat sebuah cerpen menarik untuk dibaca?

• Jika kamu diminta untuk membuat akhir cerita yang berbeda, apa yang akan kamu usulkan?

20. Bagaimana Kegiatan Pembelajaran dalam Modul Ajar?

Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah-langkah kegiatanpembelajaran yang dituangkan secara konkret, disertakan opsi/ pembelajaran alternatif dan langkah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa.

Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara berurutan sesuai dengan durasi waktu yang direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.

21. Bagaimana Asesmen dalam Modul Ajar?

Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan. 

Kriteria pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

22. Apa saja jenis-jenis Asesmen dalam Modul Ajar?

Jenis asesmen:

a. Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik).

b. Asesmen selama proses pembelajaran (formatif).

c. Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif).

23. Apa saja bentuk-bentuk Asesmen dalam Modul Ajar?

Bentuk-bentuk asesmen yang bisa dilakukan:

  • a. Sikap (Profil Pelajar Pancasila) dapat berupa: observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal.
  • b. Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.).
  • c. Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).

24. Apa yang dimaksud dengan Pengayaan dan Remedial dalam Modul Ajar?

Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai diferensiasi contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.

25. Apa yang dimaksud dengan Lembar Kerja Peserta Didik dalam Modul Ajar?

Lembar kerja siswa ini ditujukan untuk peserta didik (bukan guru) dan dapatdiperbanyak sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada peserta didik termasuk peserta non-reguler.

26. Apa yang dimaksud dengan Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik dalam Modul Ajar?

Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir kegiatan pembelajaran.

27. Apa yang dimaksud dengan Glosarium dalam Modul Ajar?

Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal yang dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang memerlukan penjelasan lebih mendalam.

28. Apa yang dimaksud dengan Daftar Pustaka dalam Modul Ajar?

Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang digunakan dalam pengembangan modul ajar. Referensi yang dimaksud adalah semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi, majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.).

29. Hal-hal apa saja yang harus diingat dalam Alur Tujuan Pembelajaran dan Penyusunan Modul Ajar?

Hal-hal yang harus diingat dalam Alur Tujuan Pembelajaran dan Penyusunan Modul Ajar antara lain:

  • a. Materi ini bersifat pedoman atau petunjuk praktis bagi guru, sekolah, atau stakeholder dalam mengembangkan ATP dan Modul Ajar.
  • b. Guru, sekolah, atau stakeholder dapat menggunakan referensi lain yang sesuai dengan kondisi dan lingkungan peserta didik.
  • c. Pada panduan ini lebih menekankan pada konsep, prinsip, dan prosedur dalam mengembangkan ATP dan Modul Ajar.
  • d. Materi atau bahan ajar, guru dapat mengembangkan sendiri sesuai dengan kondisi sosial, budaya, kemampuan peserta didik, serta tingkat ekonomi masyarakat sekitar.


Contoh Modul Ajar (MA)

Karena kurikulum ini belum diterapkan secara nasional maka masih belum banyak Contoh Modul Ajar yang bisa anda download di internet.

Namun berikut ini contoh gambaran Modul Ajar (MA).

Contoh Modul Ajar Matematika Kelas 4 SD

Contoh Modul Ajar MA Kelas 4

Contoh Modul Ajar Mapel IPAS Kelas 4 SD

Contoh Modul Ajar MA IPAS Kelas 4


Anda juga bisa mencari refernsi modul ajar di laman Guru Berbagi  https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/rpp/ ketikan kata kunci "Modul Ajar"

Selain itu Bapak/Ibu Guru juga bisa memanfaatkan platform Aplikasi Digitalisasi Sekolah Merdeka Mengajar didalamnya akan diisi bahan ajar termasuk modul Ajar

Demkianlah yang bisa kami posting tentang Istilah Modul Ajar (MA) Sebagai Dokumen Rencana Pembelajaran pada Kurikulum. Modul Ajar (MA) bisa kita sebut dengan RPP pada Kurikulum Sekolah Penggerak.

Jika pada kurikulum 2013 kita mengenal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), sedangkan pada kurikulum baru yang saat ini diberlakukan pada Sekolah Penggerak menggunakan istilah Modul Ajar (MA)

Semoga menambah wawasan, terima kasih.


Sumber Referensi:

1. Naskah Akademik Program Sekolah Penggerak

2. Materi Pelatihan Program Sekolah Penggerak

3. https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/pencarian-rpp/

4. https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/

Posting Komentar untuk " Istilah Modul Ajar (MA) Sebagai Dokumen Rencana Pembelajaran"