CETAK RAPORT K13 DISARANKAN MENGGUNAKAN PRINTER LASER

Daftar Isi
Sesuai dengan judul saya hanya share saja sesuai pengalaman dan yang saya pikirkan. Untuk mencetak rapor kurikulum 2013 (K13) disarankan menggunakan printer laser. Kok gitu memang kenapa sih? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa rapor K13 baik pada jenang SD, MI, SMP, MTS, SMA, SMK, dan MA perlu beberapa lembar karena adanya nilai berupa kalimat deskripsi.
print rapor k13 menggunakan printer laser
cetak raport k13 disarankan menggunakan printer laser

Printer laser adalah alat cetak untuk komputer yang menggunakan teknologi diode cahaya untuk mendapatkan partikel-partikel kecil toner dari cartridge ke kertas. Dengan menggunakan printer jenis ini sebenarnya sering lebih murah / ekonomis untuk anggaran cetak mencetak dokumen.

Dan berikut ini alasan-alasan mengapa harus menggunakan printer laser untuk mencetak rapor kurikulum 2013


1. Menggunakan partikel toner sehingga hasilnya tidak luntur.

Karena menggunakan Toner maka hasil cetakan tidak luntur kena air. Air disini bukan berarti hanya air dalam jumlah banyak tetapi zat cair seperti keringat atau cairan minuman yang menempel pada tangan saat membuka - buka raport. Udara yang lembab juga bisa mengakibatkan jenis tinta menjadi luntur memudar dan bahkan lengket ke lembar lainya. Rapot disimpan disatukan dalam sebuah map yang ada plastiknya, jika disimpan di tempat yang lembab ini sangat tidak disarankan. Apalagi rapot biasa dibukanya hanya tiap enam bulan sekali. Supaya tidak lembab lemari penyimpanan rapot diberi silica gel.
Dari sini juga menurut hemat kami, kita tidak perlu cetak raport dengan warna warni background yang berlebihan. Saya pernah lihat ada raport yang dicetak background logo kurikulum 2013 dan logo Kemendikbud yang cukup besar, ditambah pada judul tabel menggunakan blok warna. Akan tetapi kalau menggunakan printer dan tinta yang bagus sih gak masalah. Atau ada jenis printer laser warna.
Yang perlu dipertimbangkan juga adalah untuk cetak raport semester atau tahun berikutnya, jika nanti diprint menggunakan printer yang berbeda maka.akan sedikit tidak serasi.

2. Proses print raport menjadi lebih cepat

Dengan menggunakan printer laser ngeprint raport menjadi lebih cepat, dan langsung bisa mencetak dalam jumlah banyak sekaligus. Beda halnya jika menggunakan printer jenis tinta atau injek, agar katrid awet kita harus beri jeda dulu untuk print beberapa lembar.

3. Hemat tenaga isi ulang

Isi ulang toner hanya satu kali meskipun pada jenis printer tinta ada yang model infus. Kalau masih menggunakan tinta suntik kita was-was jika tinta pada katrid habis, dipaksa print maka akan auto rusak. Kadang juga kalau model tinta suntik tangan kita jadi blepotan tinta karena mungkin susah yang disebabkan didalam katrid sudah kemasukan udara, pernah saya habiskan berlembar-lembar tisu hanya untuk isi ulang tinta suntik. hehe

PENGADAAN PRINTER LASER

Sekolah tentunya disarankan untu mempunyai printer jenis ini, dan kami rasa tidaklah sulit dalam penganggaran. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan mengadaakan printer laser adalah:
1. Pilih distributor resmi sehingga administrasi SPJ bagus dan ada garansi
2. Pilih printer laser yang banyak digunakan di daerah/kota Anda sehingga mudah dalam service atau tersedia suku cadang. Hal ini juga bisa mempercepat isi ulang toner karena tukang service atau teknisi sudah hafal dan terbiasa dengan jenis printer laser yang dimaksud.
3. Harga printer laser, sesuaikan dengan kemampuan sekolah dan kebutuhan sekolah.

Download juga: Aplikasi raport SD K13 berbasis excel

Nah, itulah kenapa kami menyarankan untuk mencetak lembar-lembar raport kurikulum 2013 menggunakan jenis printer laser, Anda boleh berkomentar ada cerita pengalaman sendiri pada kota komentar dibawah ini, dengan mengklik tombol tampilkan komentar/diskusi berwarna hijau tosca. Share juga ke teman Anda jika tulisan ini layak untuk diketahui teman/orang lain. Terima kasih atas perhatian Anda, semoga bermanfaat.

PENYIMPANAN RAPOR SISWA

Pada umumnya setelah rapor siswa dibagikan ke wali murid, selang berapa hari rapor harus dikembalikan ke sekolah. Perlu diperhatikan penyimpanan raport agar tidak menumpuk terlalu tinggi karena bisa terhimpit kertasya dan menjadi lengket. Selain itu raport hanya dibuka tiap 6 enam bulan sekali.  Kalau pendapat saya lebih baik peletakan rapor disusun berdiri, seperti menyusun buku perpustakan.

Nir Singgih
Nir Singgih Seorang operator sekolah yang ingin berpartisipasi memajukan pendidikan dengan membantu Bapak/Ibu Guru membuat administrasi dan menyajikan data valid.

Posting Komentar